<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0">
<channel>
<title>RSS 2.0 | Update Berita Terbaru Dari www.kebunrayabali.com</title>
<link>http://www.kebunrayabali.com/</link>
<description>kebunrayabali.com adalah se</description>
<language>en-us</language>
<pubDate>Sat, 24 Jan 20012 12:00:00 GMT</pubDate>
<lastBuildDate>Sat, 2 Jan 2012 12:00:00 GMT</lastBuildDate>
<generator>Weblog Editor 2.0</generator>
<managingEditor>krbali@mail.lipi.go.id</managingEditor>
<webMaster>t4uf1k.kr@gmail.com, tauf024@lipi.go.id</webMaster>
 
<item>
<title>Penemuan Jenis Baru dari Kalimantan Timur</title>
<link>http://www.kebunrayabali.com/</link>
<description>
 <img src="img/berita/araceae.jpg" align="left" />
 20/06/2011. Peneliti UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya "Eka Karya" Bali-LIPI, Agung Kurniawan, menemukan jenis baru dari genus Alocasia. Jenis baru ini diberi nama Alocasia baginda Kurniawan dan PC Boyce. Nama Baginda berasal dari bahasa Indonesia yang artinya "Raja" atau "Keagungan", pemilihan nama ini dipengaruhi oleh "tradisi" penerapan nama pada genus Alocasia terutama pada jenis ini, dengan merit hortikultura cukup. Alocasia ini termasuk tumbuhan herba kecil dan terrestrial dengan tinggi 25-30 cm. Kurniawan menyatakan Alocasia ini berasal dari Kalimantan Timur, Indonesia melalui penelitian bersama dengan peneliti yang berasal dari Universiti Sains Malaysia. Alocasia baginda Kurniawan dan PC Boyce di publikasikan di jurnal internasional "Acta Phytotax. Geo botanic" Edisi Februari 2011-Vol. 61. A. baginda termasuk Alocasia yang meyerupai A. melo, terutama pada daunnya yang tebal, kaku dan berwarna hijau pucat.
 Dengan temuan jenis baru ini membuktikan bahwa masih banyak jenis baru dari genus Alocasia yang belum tergali khususnya Alocasia yang berasal dari Kalimantan, Indonesia dan temuan A. baginda menambah khazanah dunia taksonomi.
</description>
<guid></guid>
</item>

<item>
<title>Database Koleksi Tumbuhan Kebun Raya 'Eka Karya' Bali</title>
<link>http://www.kebunrayabali.com/</link>
<description>
 <img src="img/berita/bibit.jpg" align="left" />
 20/06/2011.  Perkembangan koleksi tumbuhan Kebun Raya "Eka Karya" Bali terdata rutin setiap bulan sebagai laporan pertanggung jawaban intern kepada atasan struktural Kebun Raya dan struktural LIPI yang terkait. Data-data tanaman koleksi tersebut juga penting keberadaannya untuk memenuhi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, mahasiswa, pelajar, dan instansi yang terkait dalam menunjang pengetahuan botani dan etnobotani, khususnya tentang flora kawasan Timur Indonesia (KTI). Hal ini berkaitan dengan Tugas pokok dan fungsi Kebun Raya Bali dalam kegiatan konservasi eks-situ tumbuhan Kawasan Timur Indonesia, utamanya terhadap tumbuhan yang berhabitat di dataran tinggi kering.
 Hingga akhir Februari 2011 jumlah koleksi Kebun Raya 'Eka Karya' Bali tercatat sebanyak 2256 jenis, diantaranya termasuk koleksi tematik seperti anggrek, kaktus, paku, Tanaman Upacara Agama Hindu Bali (TUAHB), tanaman obat (usada), dan jenis koleksi tematik lainnya yang tersimpan dalam data base di Unit Registrasi. Berdasarkan informasi dari Pengawas Pengolahan Data Registrasi Kebun Raya Bali Sumarna Ady Widjaya, S. Kom. MM SI. data base tanaman koleksi Kebun Raya Bali masih dalam proses pengerjaan, dan untuk keseragaman data base tanaman koleksi antar sesama Kebun Raya- LIPI, PKT Kebun Raya Bogor sedang merancang data base untuk seluruh Kebun Raya- LIPI.
 Selama ini data base koleksi Kebun Raya Bali telah dimanfaatkan oleh masyarakat pengguna (user) untuk identifikasi dan pengenalan keragaman jenis tumbuhan, dan untuk mengoptimalkan pelayanan data tersebut Unit Registrasi dengan koordinatornya I Wayan Warnata, S.IP. telah mengupayakan dalam pengemasan dan penyempurnaan data atau dokumen pendukung seperti buku kebun, Katalog, BG-Recorder, dan data lainnya guna menciptakan data base tanaman koleksi Kebun Raya dalam informasi digital dan akan di upload dalam web-side. Sebagai langkah awal dalam hal ini Kebun Raya Bali telah meng upload data koleksi di intra LIPI, namun masih sebatas data katalog yang sudah dipublikasikan.
 </description>
<guid></guid>
</item>

<item>
<title>Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Di Kebun Raya Bali</title>
<link>http://www.kebunrayabali.com/</link>
<description>
 <img src="img/berita/pembibitan.jpg" align="left" />
 24/06/2011.  Kebun Raya Bali sebagai sebuah lembaga konservasi dan penelitian memiliki tanggung jawab yang besar untuk terus meningkatkan jumlah koleksi tumbuhan serta mengembangkan hasil-hasil penelitian demi kemajuan ilmu pengetahuan dan masyarakat. Jumlah koleksi tumbuhan yang semakin bertambah berasal dari kawasan timur Indonesia yang diperoleh dari kegiatan eksplorasi, sumbangan maupun seed Exchange dengan berbagai pihak baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Dengan dukungan berbagai fasilitas dan sumber daya manusia yang berpengalaman, menjadikan Kebun Raya Bali sebuah laboratorium alam yang menyimpan banyak potensi untuk diteliti dan dikembangkan.
 Kegiatan penelitian dan pengembangan yang telah berjalan di Kebun Raya Bali dibagi menjadi tiga kelompok peneliti (kelti) sesuai dengan bidang kompetensi masing-masing peneliti. Ketiga kelompok tersebut terdiri dari; Kelompok penelitian konservasi; Kelompok penelitian domestikasi; Kelompok penelitian Re-Introduksi.
 Kegiatan penelitian dan pengembangan di Kelti konservasi ini diprioritaskan pada jenis tumbuhan berdasarkan status konservasi dan endemisitasnya, serta bidang kepakaran anggota peneliti di dalamnya. Jenis tumbuhan yang mendapat prioritas di Kelti ini yaitu anggrek (Orchidaceae), bambu (Poaceae), paku (Cyatheaceae, Dicksoniaceae) dan talas-talasan (Araceae). Aspek penelitian dan pengembangan yang dikaji meliputi biologi tumbuhan (taksonomi, fenologi, fisiologi, genetika dsb.), autekologi (studi habitat dan populasi), etnobotani, re-introduksi serta penanggulangan hama penyakit tanaman.
 Kegiatan di Kelti Domestikasi bertujuan untuk melakukan penelitian domestikasi taksa prioritas sebagai upaya pemanfaatan sumber daya alam nasional dan untuk penganekaragaman tanaman hias, obat dan pangan. Beberapa kegiatan penelitian dan pengembangan yang berada di bawah Kelompok Penelitian Domestikasi ini adalah "Domestikasi dan Pengembangan Begonia spp.", "Penelitian dan Pengembangan Tumbuhan Berpotensi Obat dan Pangan dari Bali dan Nusa Tenggara" serta inhouse research (Penelitian dan Pengembangan Rhododendron javanicum, R. radians dan R. renschianum; Penelitian dan Pengembangan Anggrek Kantung (Paphiopedilum javanicum (Reinw.) ex. Lindl. dan Pfitz.) secarara in-vitro; dan Penelitian dan Pengembangan Adiantum spp.).
 Sedangkan Program penelitian di kelompok Re-introduksi terkait dengan pembuatan Plot Permanen di Tiga Bukit Cagar Alam Batukahu Bali, yakni Bukit Pohen (2010), Bukit Tapak (2011) dan Bukit Lesung (2012). Adapun mekanisme dari penelitian ini adalah variasi kajian ilmiah terkait misalnya kajian lansekap ekologi, etnoekologi, karbon stok, komunitas tumbuhan, serta populasi dan autekologi. Selain itu dalam Kelti ini juga terdapat program "Tumbuhan Langka Lokal Bali" yang menitikberatkan pada kawasan kritis dataran tinggi dengan menginventarisasi luasan kawasan kritis dan keanekaragaman tumbuhan yang masih bertahan hidup serta mengambil material untuk perbanyakan ex-situ ; dan juga terdapat program pengembangan yang merupakan suatu usaha untuk mempromosikan konsep (permodelan) dalam kegiatan restorasi ekosistem yang meliputi re-introduksi dan rehabilitasi kawasan kritis ke para stakeholder terkait.
 Semoga dengan adanya tiga Kelompok peneltian ini terus meningkatkan pencapain yang positif sesuai dengan tupoksi dan rencana yang telah disusun oleh Kebun Raya Bali. Selamat bekerja rekan-rekan peneliti Kebun Raya Bali.
 </description>
<guid></guid>
</item>

<item>
<title>Semangat Baru Rekan CPNS 2011</title>
<link>http://www.kebunrayabali.com/</link>
<description>
 <img src="img/berita/cpns2011.jpg" align="left" />
 24/06/2011.  Tahun 2011 Kebun Raya Bali kedatangan empat CPNS baru. Setelah melewati ribuan pesaing, akhirnya Novi Harun A.R., M.P, (S2 Pemuliaan Tanaman), Arief Priyadi, M.P (S2 Agronomi), Catur Nugroho, A.Md (D3 Teknik Mesin Otomotif), dan Taufik Akbar, A.Md (D3 Teknik Elektro  Telekomunikasi) telah berhasil menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kebun Raya Bali. Mereka ditempatkan sesuai dengan bidang keahlian masing-masing sebagai Staf Peneliti, Teknisi Mesin dan Staf Teknologi Informatika.
 Mereka memiliki kesan tersendiri selama empat bulan bekerja di Kebun Raya Bali. "Saya ingin menambah pengetahuan tentang potensi yang ada di sini. Saya berharap kedepannya Kebun Raya Bali bisa berkembang lebih baik lagi" ujar Catur, lajang kelahiran Yogyakarta. Sedangkan menurut Arief yang hobby travelling, "Selama bekerja di Kebun Raya Bali, saya berteman dengan orang-orang yang profesional, lingkungan yang sejuk dan rapi. Kerja di sini enak deh pokoknya." Lain halnya dengan ungkapan Taufik, "Saya di sini banyak mengalami perkembangan, baik secara teori maupun praktek, karena selama saya disini saya mendapat pelajaran tentang budaya dan adat yang ada di Bali."
 CPNS yang baru direkrut ini mempunyai potensi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kebun Raya Bali. Banyaknya karyawan yang pensiun pada tahun 2011 menyebabkan banyak posisi yang perlu ditempati oleh SDM baru yang professional. "Kami berharap bahwa CPNS baru bisa memajukan lembaga ini agar mampu bersaing dengan Kebun Raya lain di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi" ungkap Koordinator Kepegawaian Kebun Raya Bali, I Wayan Tapak, S.Sos.
 Saat ini Kebun Raya Bali didukung oleh 204 pegawai. Hal tersebut menjadi modal bagi Kebun Raya Bali untuk mengembangkan potensinya. Semua pegawai Kebun Raya Bali mempunyai tujuan yang sama yakni membangun Kebun Raya ini agar menjadi lebih baik lagi. Hal ini sesuai dengan penuturan Novi, salah satu CPNS baru, "Saya berharap bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada saya. Kerja sama dengan berbagai pihak perlu dibangun untuk menunjang tujuan Kebun Raya dalam konservasi tumbuhan." Selamat bergabung dan berkarya di Kebun Raya Bali.
 </description>
<guid></guid>
</item>

<item>
<title>Intership Program of Leo Franiatte</title>
<link>http://www.kebunrayabali.com/</link>
<description>
 <img src="img/berita/magang.jpg" align="left" />
 24/06/2011.  Leo Franiatte, pria jangkung asal Perancis ini pada bulan Februari 2011 telah melakukan internship program di Kebun Raya Bali. Leo panggilan akrabnya, tertarik untuk mempelajari koleksi tumbuhan Paku ( Pakis ) yang terdapat di Kebun Raya Bali di bawah bimbingan Kurator Koleksi Tumbuhan Paku, Wenni Setyo L, S.Si dan Dr. Bayu Adjie, Peneliti yang membidangi tumbuhan Paku. Leo mengaku sangat menggemari tanaman, hal ini sesuai dengan latar belakang pendidikannya di sekolah Superior Technician in Holticulture Specialization of Botanical Gardening di Perancis.
 Sebelumnya Leo pernah melakukan internship program serupa di Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor pada tahun 2010. Pengalaman lain yang dimilikinya adalah sebagai Pengamat Bonsai, konservasi tumbuhan Alpine dan pernah bekerja di Pusat Rekreasi "Wednesday's of Lyon" serta magang di beberapa Kebun Raya.
 "Di sini saya dapat berinteraksi dan kerja bersama para pegawai. Saya berharap dapat kembali lagi ke Kebun Raya Bali untuk belajar lebih banyak tentang tumbuhan paku," ungkap lajang kelahiran 26 tahun silam saat ditanya tentang pengalamannya berada di Kebun Raya Bali. Leo juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ir. I Nyoman Lugrayasa selaku Kepala Kebun Raya Bali dan semua pihak yang telah membantu selama menjalankan internship program.
 </description>
<guid></guid>
</item>

<item>
<title>Kebun Raya Bali Meraih Cipta Award 2011</title>
<link>http://www.kebunrayabali.com/</link>
<description>
 <img src="img/berita/cipta%20award.jpg" align="left" />
 27/09/2011.  Kabar membanggakan datang dari Bali. Citra Pesona Wisata (Cipta Award) telah diraih oleh Kebun Raya "Eka Karya" Bali-LIPI. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) menggelar ajang Citra Pesona Wisata (Cipta Award) untuk memberi penghargaan kepada pengelola wisata berwawasan lingkungan dan mendongkrak kualitas layanan wisata.
 Para penerima Cipta Award 2011 untuk kategori daya tarik wisata alam, daya tarik wisata budaya, dan daya tarik wisata buatan yang dikelola oleh instansi pemerintah/pemda, BUMN/BUMD/BUMS, atau Lembaga Swadaya Masyarakat LSM)/kelompok masyarakat dan perorangan. Tentunya melalui proses seleksi oleh tim juri dengan menerapkan tiga kriteria penilaian dari aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial budaya.
 "Cipta Award diharapkan mampu menggugah kepedulian pemerintah daerah untuk mengelola lokasi wisata berwawasan lingkungan, makin bersih dan mamiliki manajemen profesional serta modern," kata Ir. Firmansyah Rahim MM, Ketua Pelaksana sekaligus Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kembudpar seperti yang Kami kutip dari www.poskota.co.id
 Pada tahun ini ada 131 DTW (Daya Tarik Wisata) dari 17 provinsi. Dari 131 DTW ini yang lolos verifikasi oleh tim juri sebanyak 57 DTW, kemudian yang terpilih sebagai finalis sebanyak 21 pengelola.
 Jumlah pemenang Cipta Award semestinya sebanyak sembilan pengelola, namun dewan juri dalam keputusannya hanya memberikan kepada tujuh pengelola. Karena ada dua kategori tidak ada pesertanya.
 Ketujuh pemenang Cipta Award mendapatkan piala dan sertifikat dari Kemenbudpar. Serta bantuan dana stimulus masing-masing sebesar Rp25 juta yang diharapkan untuk melengkapi fasilitas yang ada.
 Ditemui disela-sela kesibukannya, Kepala UPT BKT Kebun Raya "Eka Karya" Bali ???LIPI, Ir. I Nyoman Lugrayasa menyatakan bantuan dana stimulus sebesar Rp. 25 Juta akan digunakan untuk menambah fasilitas mesin kompos di Kebun Raya Bali.
 Berikut tujuh daftar objek wisata yang meraih Cipta Award:
 1. Wisata alam yang dikelola Pemerintah atau Pemda: Kebun Raya Eka Karya,Bali - LIPI Kabupaten Tabanan, Bali.
 2. Wisata alam yang dikelola BUMN/D/S : Amanwana Resort ( Pulau Moyo), Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
 3. Wisata alam yang dikelola LSM/Masyarakat : Rinjani Trek, Kabupaten Lombok, Nusa Tenggara Barat.
 4. Daya tarik wisata buatan yang dikelola BUMN/D/S: Taman Buah Mekarsari, Cibubur, Jawa Barat.
 5. Daya tarik wisata budaya yang dikelola Pemerintah atau Pemda: Makam Bung Karno, Kota Blitar, Jawa Timur.
 6. Daya tarik wisata budaya yang dikelola BUMN/D/S: Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
 7. Daya tarik wisata budaya yang dikelola LSM/Masyarakat: Museum Batak TB Silalahi Center, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.
</description>
<guid></guid>
</item>

<item>
<title>Enam mahasiswa pascasarjana University of Delaware mengunjungi Kebun Raya Bali</title>
<link>http://www.kebunrayabali.com/</link>
<description>
 <img src="img/berita/kunjungan.jpg" align="left" />
 16/01/2012.  Pada tanggal 16 Januari 2012, enam mahasiswa Pascasarjana University of Delaware didampingi dua orang staf administratif Longwood. Gardens datang berkunjung ke Kebun Raya Bali. Rombongan yang dipimpin oleh Abby Johnson ini diterima oleh DR. BayuAdjie didampingi Humas Kebun Raya Bali. Sebelumnya rombongan ini telah berkunjung ke Singapore Botanical Garden.
 Setiap tahun mahasiswa Pascasarjana University of Longwood dari program Master Hortikultura mengadakan perjalanan ke berbagai negara untuk belajar dan mengeksplorasi berbagai topik mulai dari kebun bersejarah, inisiatif penelitian, dan upaya konservasi.
 Dalam kunjungan sehari ini, rombongan diajak berkeliling Kebun Raya Bali, melihat langsung berbagai macam kegiatan yang dilaksanakan serta melihat dari dekat berbagai macam koleksi tumbuhan yang ada.
 Perjalanan dimulai dari koleksi palem dilanjutkan ke area pembibitan. Di sini mereka banyak mendapat pejelasan tentang program-program yang telah dilaksanakan oleh Kebun Raya Bali termasuk juga program pemerintah tentang pembangunan kebun raya baru diberbagai daerah di Indonesia.
 Perjalanan kemudian dilanjutkan mengunjungi Taman Begonia, Ramayana Boulevard, Taman Anggrek, Rumah Kaca Kaktus, Taman Paku dan berakhir di lokasi pengembangan tanaman reintroduksi.
 Di akhir kunjungan Abby Johnson beserta rekan, menyampaikan ucapan terimakasihnya karena telah diajak untuk berkeliling dan melihat secara langsung berbagai koleksi tumbuhan dan kegiatan yang ada di Kebun Raya Bali. Selanjutnya rombongan ini akan melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi Kebun Raya Bogor. (Gede Wawan Setiadi) 
</description>
<guid></guid>
</item>

<item>
<title>Jumlah Koleksi, Herbarium dan Biji Kebun Raya Bali Bulan Desember 2011</title>
<link>http://www.kebunrayabali.com/</link>
<description>
 <img src="img/berita/koleksithumb.jpg" align="left" />
 17/01/2012.  Tidak bisa dipungkiri berbagai jenis tumbuhan yang ada di Kebun Raya Bali merupakan aset yang tak ternilai yang harus dijaga dan dikembangkan kelestariannya.
 Tumbuhan koleksi yang ditanam diareal kebun raya dibedakan menjadi dua yaitu jenis koleksi umum dan koleksi tematik. Koleksi tematik adalah berbagai jenis tumbuhan yang ditanam dalam bentuk sebuah taman, seperti anggrek, kaktus, begonia dan lainnya. Sedangkan koleksi umum adalah berbagai jenis tumbuhan koleksi kebun raya yang ditanam diluar lokasi taman tematik.
 Dari laporan bulanan Koordinator Registrasi (9 januari 2012), jumlah koleksi umum tercatat sebanyak 1.235 jenis tumbuhan. Koleksi tematik tercatat, 296 jenis anggrek, 20 jenis aquatik, 99 jenis Poaceae, 102 kaktus dan sukulen, 359 jenis tumbuhan obat, 100 jenis paku, 45 jenis palem, 224 jenis tumbuhan upacara adat, 92 jenis nursery, 82 jenis begonia dan 30 jenis labirin. Sedangkan jumlah total spesimen tumbuhan yang tercatat sebanyak 20.435.
 Selain koleksi tumbuhan Kebun Raya Bali juga memiliki koleksi Herbaruim, Museum Biji dan Etnobotani. Koleksi herbarium terdiri dari 901 jenis herbarium kebun, 982 jenis herbarium umum, 112 jenis herbarium lumut serta 168 jenis herbarium basah. Museum biji memiliki koleksi kebun sebanyak 599 jenis dan koleksi umum sebanyak 441 jenis. Sedangkan untuk koleksi Etnobotani koleksi yang tercatat sebanyak 79 spesimen koleksi. (Gede Wawan Setiadi)
</description>
<guid></guid>
</item>

<item>
<title>Angin Kencang Tumbangkan Koleksi Kebun Raya Bali</title>
<link>http://www.kebunrayabali.com/</link>
<description>
 <img src="img/berita/pohon_tumbang.jpg" align="left" />
 24/01/2012.  Kawasan bedugul diguyur hujan lebat disertai angin kencang selasa malam (24.1.2012). Akibat angin kencang tersebut beberapa koleksi tumbuhan Kebun Raya Bali tumbang dan tidak sedikit pula patah dahannya. Kejadian seperti ini merupakan hal yang biasa diawal tahun. Menurut Putu Adi, warga Candikuning, hujan disertai angin kencang biasanya berlangsung hingga bulan Maret.
 Ditemui di ruang kerjanya, Ir. I Dewa Putu Darma, Kepala Konservasi Ex-Situ Kebun Raya 'Eka Karya' Bali - LIPI belum bisa memastikan jumlah koleksi yang tumbang dan rusak. "Kita belum bisa menghitung tanaman yang tumbang dan patah karena cuaca yang tidak mendukung", paparnya. Dijelaskan juga langkah awal yang dilakukan sekarang adalah membersihkan patahan dahan serta batang pohon yang tumbang untuk segera dipindahkan. Tanaman koleksi yang rebah juga segera diberi tonggak penyangga. (Gd. Wawan setiadi)
</description>
<guid></guid>
</item>

</channel>
</rss>