Kehidupan masyarakat Hindu di Bali selalu berkaitan dengan upacara keagamaan yang kompleks. Dalam kegiatan tersebut tumbuhan mempunyai peranan yang sangat penting. Masing-masing (bagian) tumbuhan yang digunakan memiliki arti tersendiri dalam setiap pemanfaatannya. Di Kebun Raya “Eka Karya” Bali tumbuh-tumbuhan yang biasa digunakan untuk hiasan Pura, sesaji, bahan bangunan suci dan berbagai upacara lainnya ditata di taman seluas 5,53 ha yang disebut sebagai Taman Panca Yadnya. Nama tersebut mengacu pada lima aktifitas utama kegiatan persembahan masyarakat Hindu di Bali yaitu D ewa Yadnya (persembahan kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa), Pitra Yadnya (persembahan kepada leluhur), Resi Yadnya (persembahan sebagai balas jasa kepada para Pendeta atas bimbingannya), Manusia Yadnya (korban suci untuk keselamatan umat manusia) dan Butha Yadnya (persembahan kepada Bhuta Kala). Koleksinya sebanyak 218 jenis, berasal dari berbagai Kabupaten di Bali dan yang menarik antara lain cempaka ( Michelia champaca L.) , beringin ( Ficus benjamina L.), trijata ( Medinilla speciosa Bl.), uduh ( Caryota mitis Lour.) dan majegau ( Dysoxylum caulostachyum ) yang merupakan maskot flora Provinsi Bali.
Saat ini, Taman Panca Yadnya sedang dalam tahap renovasi. Renovasi kawasan Taman Panca Yadnya ini telah dimulai sejak tahun 2007 dengan dimulainya pembangunan Bajra Danta. Kini bangunan yang rencananya akan difungsikan sebagai tempat penyimpanan dokumen kearifan lokal yang sarat dengan pendidikan konservasi tersebut telah selesai dibangun, sementara penataan taman atau koleksi dilakukan secara terus menerus. Diharapkan, pada tahun 2009 renovasi dan penataan kawasan Taman Panca Yadnya akan selesai dilakukan. Selama dalam pembangunan/penataan, kawasan ini tidak tertutup bagi pengunjung.
Akses
Taman Panca Yadnya terletak di dekat Pura Batu Meringgit, berjarak sekitar 450 meter dari Gerbang Utama.