Database Colletions

More than 2000 species of plants are preserved at Bali Botanic Garden, represent plants from montane areas of the eastern Indonesia: Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku and Papua. New plants are acquired from commercial nurseries, arboreta, botanic gardens, plant breeding programs and collecting expeditions. Read more

 

News

1 2 3 4 5 6

 

Pesona Anggrek Hitam di Kebun Raya Bali

23-02-2015. Keunikan kuntum bunga anggrek hitam yang mekar dapat dilihat oleh pengunjung di Kebun Raya Bali pada bulan September - November 2014. Selama selengkapnya...

Peserta Asean Centre Biodiversity Kunjungan Kebun Raya Bali

23-02-2015. Kebun Raya Bali menerima kunjungan dari peserta Asean Centre Biodiversity yang berpusat di Filipina pada 28 November 2014. Kunjungan yang diikuti selengkapnya...

Program Pendidikan Lingkungan & Perkebunrayaan

24-02-2015. "Tinggalkan sejenak ruang kelasmu, letakkan tas sekolahmu di atas rumput...", Melihat keberhasilan Kebun Raya lain seperti Adelaide Botanic Garden, Chicago selengkapnya...

Pemanfaatan Sampah Anorganik di KR Bali untuk Program Pendidikan Lingkungan

24-02-2015. Pengelolaan sampah menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola tempat wisata yang padat pengunjungnya. selengkapnya...

Pra Kongres Jabatan Fungsional Pranata Humas

25-02-2015. Perwakilan Pranata Humas Kebun Raya Bali ikut serta dalam kegiatan Pra Kongres Jabatan Fungsional Pranata Humas yang diselenggarakan selengkapnya...

Pertemuan Akhir Tahun 2014 Pegawai Kebun Raya Bali

25-02-2015. Sudah 55 tahun perjalanan Kebun Raya Bali, semangat kebersamaan tetap hidup di hati pegawai termasuk dalam rangka mengiplementasikan selengkapnya...

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Location, Hour & Admission

The Bali Botanic Garden is located at Bedugul area in the middle of Bali island about 60 KM from Denpasar. Public transportation is not convenient due to irregular schedule, visitors adviced to use tourish bus, car, taxi, or motorbike.

Admission

Domestic visitors IDR 7,000

Foreign visitors IDR 18,000

Motorbike parking IDR 3,000

Car parking IDR 6,000

Bus parking IDR 12,000

Car is allowed to drive around the garden with additional fee IDR 12,000. Read more

 

 

 

 

 

Pemanfaatan Sampah Anorganik di KR Bali untuk Program Pendidikan Lingkungan


24-02-2015.  Pengelolaan sampah menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola tempat wisata yang padat pengunjungnya. Begitu pula yang terjadi di Kebun Raya Bali. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Kebun Raya Bali untuk menanggulangi sampah tersebut, baik sampah organik maupun anorganik.

Sampah organik di Kebun Raya Bali masih bisa ditanggulangi dengan mengolahnya menjadi Kompos Penambat Nitrogen (KOMPENIT) yang berbahan sampah organik bawaan pengunjung, guguran daun (serasah), sampah bekas cukuran rumput, pembersihan gulma, dan pemangkasan.

Penanggulangan sampah menjadi prioritas Kebun Raya Bali dalam menjaga kebersihan kebun. Meskipun demikian, penanggulangan sampah anorganik masih menjadi pekerjaan rumah bagi Kebun Raya Bali. "Sejauh ini penanganan terhadapsampah anorganik di Kebun Raya Bali sudah kita lakukan dengan mengumpulkannya ke tempat pembuangan sampah dan memisahkannya dari sampah organik," ungkap I Nyoman Peneng, Pengendali Pemelihara Koleksi Kebun Raya Bali.

Peneng menambahkan, kedepannya perlu dipikirkan upaya penanggulangan sampah anorganik yang lebih efektif mengingat sifat sampah anorganik yang tidak ramah lingkungan. Menyikapi kondisi tersebut, Pranata Humas Kebun Raya Bali mencoba menekan polusi sampah anorganik di kawasan Kebun Raya Bali dengan memanfaatkannya sebagai media pendidikan lingkungan.

Tim pendidikan lingkungan Kebun Raya Bali memanfaatkan sampah anorganik dari pengunjung menjadi alat peraga (display) tanaman.Sampah botol plastik, kaleng, dan bahan bekas lainnya disulap menjadi pot serbaguna yang menarik perhatian pengunjung.

Menurut Wawan Setiadi, Ketua Tim Pendidikan Lingkungan Kebun Raya Bali, tidak kurang dari sepuluh jenis tanaman telah coba ditanam di pot serbaguna tersebut antara lain suplir (Adiantum sp.), Begonia acetosa Vellozo, Sansievera trivasciata, Mint (Menta arvensis L.), strowberry, jagung, tomat, selada, basil, dan jenis tanaman lainnya. Pot serbaguna ini juga memanfaatkan media tanam kompos organik produksi Kebun Raya Bali.( I Putu Suendra).


See all news

 

<< First | < Previous | 1 | 2 | 3 | 4 |5 | 6 | Next > | Last >> |

 

 

 

 

 

© 2011 Bali Botanic Garden. All rights reserved. Credits
One of the four gardens authorized by Indonesian Institute of Sciences (LIPI)