• 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • slideshow jquery
  • 8

Garden News

Peningkatan Kompetensi Diri Melalui Diklat


Rabu, 2017-04-26.  Untuk meningkatkan kompetensi diri, dua Peneliti Muda Kebun Raya Bali yaitu Siti Fatimah Hanum, SP dan Ni Kadek Erosi Undaharta, M.Si mengikuti Diklat Peneliti Tingkat Lanjutan Gelombang II tahun 2017 di Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan Peneliti (Pusbindiklat Peneliti) - LIPI, Cibinong. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 14-23 Mei 2017 tersebut juga menjadi persyaratan dalam uji kompetensi untuk kenaikan jenjang kepangkatan menuju Peneliti Madya.

Menurut Ni Kadek Erosi Undaharta atau Rosi, kegiatan tersebut diikuti oleh 30 peneliti dari Pusat Penelitian (Puslit) Biologi, Puslit Bioteknologi, Puslit Fisika, Puslit Informatika, Puslit Kimia, Puslit Metrologi, Puslit Tenaga Listrik dan Mekatronik, Puslit Politik, Puslit Geoteknologi, Puslit Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian (P2SMTP), Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya, Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII), Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna, BKT Kebun Raya "Eka Karya" Bali, UPT Teknologi Bersih, UPT Loka Biota Laut Biak dan UPT Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam Yogyakarta. Rosi mengatakan bahwa diklat yang baru saja mereka ikuti merupakan gelombang uji coba karena kurikulumnya berbeda dengan diklat - diklat sebelumnya. Waktu pelaksanaan diklat tahun ini juga diperpanjang menjadi 10 hari dari yang hanya lima hari di tahun sebelumnya, agar kegiatan pembelajaran lebih efektif dan tidak berlangsung hingga larut malam.

Para pengajar diklat berasal dari LIPI, Kemenristek Dikti dan Badan Informasi Geospasial (BIG). Materi yang disampaikan antara lain Etika keilmuan dan Penelitian, Hasil Penelitian untuk Kebijakan Publik, Diseminasi dan Pemanfaatan Hasil Penelitian, Manajemen Penelitian dan Pengembangan, Kerjasama Riset Multidisiplin, Pembinaan Karir PNS/ASN Peneliti, Strategi Publikasi Ilmiah Terindeks Global dan Penulisan Buku, serta Strategi Pendanaan dan Kerjasama Riset.

Siti Fatimah Hanum atau Ifat menambahkan, kini peserta tidak lagi mempresentasikan draf publikasi ilmiah internasional yang datanya telah dipersiapkan dan dikonsultasikan dengan para pembimbing sebelumnya. Sebagai gantinya, peserta diarahkan pada penyusunan proposal kerjasama penelitian yang dibuat menggunakan bahasa Inggris secara berkelompok. Rosi mengatakan, tidak mudah untuk menyatukan riset multidisplin menjadi sebuah proposal kerjasama yang bisa mengakomodasi berbagai disiplin ilmu dan keahlian anggota kelompok dalam waktu yang cukup singkat. Namun setidaknya, bersatunya para peneliti dari berbagai latar belakang diharapkan dapat memunculkan ide kerjasama yang dapat ditindaklanjuti ke depannya. Selain tugas kelompok, peserta juga mendapat tugas individu untuk membuat portofolio, salah satu yang juga menjadi persyaratan dalam uji kompetensi untuk kenaikan jenjang kepangkatan.

Rosi maupun Ifat merasa bahwa diklat yang telah diikuti bermanfaat untuk meningkatkan wawasan terkait penelitian, manajemennya, diseminasi yang seharusnya dilakukan serta mengembangkan jejaring antar peneliti LIPI. Keduanya berharap, pengetahuan yang diperoleh selama diklat mampu membekali mereka untuk keluar dari comfort zone guna menuju competitive zone, terutama terkait dengan penerapan UU No. 5/2014 dan pelaksanaan PP 11/2017 (Kebun Raya Bali/WSL. Dok.: NKEU).


See all news

<< First | < Previous | 1 | 2 | 3 | 4 |5 | Next > | Last >> |