Database Colletions

More than 2000 species of plants are preserved at Bali Botanic Garden, represent plants from montane areas of the eastern Indonesia: Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku and Papua. New plants are acquired from commercial nurseries, arboreta, botanic gardens, plant breeding programs and collecting expeditions. Read more

 

News

1 2 3 4 5 6

 

Sosialisasi Inovasi Pelayanan Publik LIPI

10-04-2015. Sehubungan dengan pelaksanaan Undang-Undang nomor 25 tahun 2009 tentang peningkatan layanan publik, Biro Kerjasama Hukum dan Humas (BKHH) LIPI menyelenggarakan selengkapnya...

KR Bali Hadiri Sosialisasi Pedoman di Lingkungan LIPI

10-04-2015. Sosialisasi pedoman di lingkungan LIPI yang diselenggarakan pada 10 Februari 2015 di Auditorium PDII LIPI dihadiri oleh perwakilan dari setiap Satker LIPI, selengkapnya...

Fern Paradise, Surga Bagi Pecinta Tumbuhan Paku

18-05-2015. "Semua berawal dari sini," kata Dr. Niwat Tantayanusorn, sambil menunjuk dadanya. "Setelah dimulai dari hati (niat), kemudian kita wujudkan apa yang ada di sini," selengkapnya...

KR Bali Dukung Program Go Green School Dinas Pendidikan Kab. Buleleng

18-05-2015. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST. mengajak segenap guru dan siswa tanam pohon di SMAN 1 Gerokgak dalam upaya mengimplementasikan selengkapnya...

Mengenal 5 CPNS Kebun Raya Bali

19-05-2015. Reformasi Birokrasi merupakan ujung tombak pembaharuan yang penting untuk dilakukan oleh setiap instansi guna penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, efektif, efesien, dan bisa selengkapnya...

Kunjungan Kepala LIPI Di KR Bali

19-05-2015. Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain, Kepala LIPI di sela-sela kunjungannya di Kebun Raya Bali dalam rangka Raker Kedeputian Jasa Ilmiah LIPI menyempatkan berkunjung ke Herbarium dan lab selengkapnya...

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Location, Hour & Admission

The Bali Botanic Garden is located at Bedugul area in the middle of Bali island about 60 KM from Denpasar. Public transportation is not convenient due to irregular schedule, visitors adviced to use tourish bus, car, taxi, or motorbike.

Admission

Domestic visitors IDR 7,000

Foreign visitors IDR 18,000

Motorbike parking IDR 3,000

Car parking IDR 6,000

Bus parking IDR 12,000

Car is allowed to drive around the garden with additional fee IDR 12,000. Read more

 

 

 

 

 

Fern Paradise, Surga Bagi Pecinta Tumbuhan Paku


18-05-2015.  "Semua berawal dari sini," kata Dr. Niwat Tantayanusorn, sambil menunjuk dadanya. "Setelah dimulai dari hati (niat), kemudian kita wujudkan apa yang ada di sini," tangannya berpindah menunjuk kepalanya. Itulah yang disampaikan oleh pemilik sekaligus penggagas "Fern Paradise", mengawali kata sambutannya saat menerima kunjungan lebih dari 30 peserta "Internship Programme on the Taxonomic Capacity Building on Bryophytes and Pteridophytes and Their Allies". Di kediamannya yang hanya berjarak sekitar 20 menit dari pusat kota Chiang Mai (Thailand) itu, Dr. Niwat menceritakan awal mula hubungannya dengan tumbuhan paku. Walau tidak memiliki latar belakang ilmu biologi, Dr. Niwat yang seorang arsitek berusaha mewujudkan kecintaannya dengan menyulap kediamannya menjadi habitat bagi ratusan jenis tumbuhan paku yang berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Kediaman yang berdiri di atas lahan peninggalan almarhum orang tua sang istri itu memang ibarat oasis di tengah sahara. Tak hanya luas, lahan tersebut juga dipenuhi oleh berbagai pohon yang usianya sudah puluhan tahun. Dengan dibantu empat orang pegawai dan anggota keluarga yang lain, Dr. Niwat mengelola kediaman yang juga ia fungsikan sebagai resort. Terdapat sembilan rumah panggung yang bisa digunakan sebagai akomodasi bagi pengunjung yang ingin menginap. Rumah panggung tersebut sebenarnya merupakan lumbung padi tua yang ia selamatkan dari desa-desa penghasil beras yang kemudian dimodifikasi.

Tak hanya mengoleksi, Dr. Niwat juga memperbanyak sendiri tumbuhan paku yang dimilikinya. Dr. Niwat mengatakan, ia tak pernah menjual hasil perbanyakannya dan lebih suka memberikannya kepada orang yang ia percaya mampu untuk merawatnya. "Karena sudah suka, saya tidak pernah memikirkan bagaimana saya bisa membiayainya. Saya hanya perlu menunjukkan kesungguhan saya, dan percaya akan selalu ada jalan di sana, " ujarnya saat ditanya mengenai koleksinya. "Tumbuhan paku membutuhkan tempat yang lembab untuk bisa tumbuh dengan baik, karena itu sebaiknya disediakan kolam atau sumber air lainnya untuk membantu menjaga kelembaban lingkungan sekitarnya," ujar Dr. Niwat.

Berada di kediamannya yang rindang memang membuat kita seolah lupa, bahwa sebenarnya kita tengah berada di sebuah kota. Rimbunan pohon dan kicauan burung seolah meredam suara hiruk pikuk kendaraan serta aktifitas lain di sekitarnya. Tak heran jika tempat ini disebut sebagai paradise, karena tempat ini memang benar-benar surga (Wenni S. Lestari).


See all news

 

<< First | < Previous | 1 | 2 | 3 |4 | 5 | 6 | Next > | Last >> |

 

 

 

 

 

© 2011 Bali Botanic Garden. All rights reserved. Credits
One of the four gardens authorized by Indonesian Institute of Sciences (LIPI)