Database Colletions

More than 2000 species of plants are preserved at Bali Botanic Garden, represent plants from montane areas of the eastern Indonesia: Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku and Papua. New plants are acquired from commercial nurseries, arboreta, botanic gardens, plant breeding programs and collecting expeditions. Read more

 

News

1 2 3 4 5 6

 

Partisipasi Peneliti KRBali dalam Science Fair and Book Celebration 2014

26/03/2014. Jasa pendidikan yang ada di Kebun Raya Bali kini sudah mulai dikenal oleh masyarakat dan lingkungan sekolah. selengkapnya...

CPNS 2014 Perkuat Peneliti Kebun Raya Bali

26/03/2014. Diraihnya sertifikat ISO 9001:2008 adalah wujud komitmen Kebun Raya Bali dalam menjamin kualitas produk serta selengkapnya...

Kedeputian IPH LIPI Gelar Rakor Tahun 2014 Di Kebun Raya Bali

27/03/2014. Kedeputian bidang Ilmu Pengetahun Hayati (IPH) LIPI menyelenggarakan Rakor tahun 2014 di Kebun Raya Bali. selengkapnya...

Teknologi SELF GUIDING Di Kebun Raya Bali

27/03/2014. Ada yang baru di Kebun Raya Bali. Kini Kebun Raya Bali semakin memanjakan pengunjungnya dengan menyediakan selengkapnya...

Seminar Indonesia Outlook 2014-2019 oleh Himpenindo

28/03/2014. Himpunan Peneliti Indonesia (Himpenindo) menyelenggarakan Seminar Indonesia Outlook 2014-2019 selengkapnya...

RAT KPN Bina SejahteraKRBali Tahun Buku 2013

28/03/2014. Sebagai wujud pertanggungjawaban pengurus kepada anggotanya, Koperasi Bina Sejahtera Kebun Raya Bali selengkapnya...

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Location, Hour & Admission

The Bali Botanic Garden is located at Bedugul area in the middle of Bali island about 60 KM from Denpasar. Public transportation is not convenient due to irregular schedule, visitors adviced to use tourish bus, car, taxi, or motorbike.

Admission

Domestic visitors IDR 7,000

Foreign visitors IDR 18,000

Motorbike parking IDR 3,000

Car parking IDR 6,000

Bus parking IDR 12,000

Car is allowed to drive around the garden with additional fee IDR 12,000. Read more

 

 

 

 

 

Kedeputian IPH LIPI Gelar Rakor Tahun 2014 Di Kebun Raya Bali


27/03/2014.  Kedeputian bidang Ilmu Pengetahun Hayati (IPH) LIPI menyelenggarakan Rakor tahun 2014 di Kebun Raya Bali. Rakor yang diselenggarakan dari tanggal 18-19 Februari 2014 ini mengusung tema "Mengintegrasikan Kegiatan Penelitian Melalui Pemanfatan Bioresource untuk Mendukung Pembangunan Ekonomi Hijau." Sejumlah 72 peserta dari 7 Satker yang berada di bawah Kedeputian IPH LIPI turut berpartisipasi dalam rakor tahun 2014 tersebut.

Rakor dibuka oleh Kepala LIPI, Prof. Dr. Lukman Hakim. Dalam sambutannya, Lukman Hakim mengajak seluruh civitas LIPI untuk melakukan perubahan agar kelak di tahun 2015 LIPI mendapatkan kedudukan yang lebih pantas dan lebih Besar Signifikan Nyata (BSN). Kepala LIPI berharap, Rakor IPH LIPI tahun 2014 ini semoga mampu menghasilkan rekomendasi yang greget bagi LIPI.

Menurut Lukman Hakim, "Kedeputian IPH sebagai anak sulung LIPI turut memberikan sumbangan yang berarti, diantaranya: koleksi Herbarium kita adalah terbesar ke-3 di dunia, Museum Zoology kita termasuk 10 besar dunia, upaya perkebunrayaan daerah, dan Pusat Biomaterial menjadi Eselon II adalah wujud kemenangan kita dalam periode transisi perubahan."

Dalam kesempatan ini, Wakil Kepala LIPI, Dr. Djusman Sajuti menyampaikan arahan mengenai Integritas sebagai Fondasi Kinerja Pegawai. Menurut Djusman, "Integritas yang baik diwujudkan melalui sikap yang baik pula". Djusman menyontohkan, seorang atasan yang memberi perintah pada bawahannya, maka selayaknya atasan tersebut ikut memberi contoh dengan melaksanakan apa yang diperintahkan pada bawahannya.

Dalam kesempatan ini pula dilakukan penandatanganan Penetapan Kinerja dan Pakta Integritas tahun 2014 oleh para Kepala Satker di lingkungan Kedeputian IPH LIPI yang disaksikan oleh Kepala LIPI, Waka LIPI, dan Deputi IPH LIPI. Selanjutnya peserta Rakor IPH dibagi dalam tiga sidang komisi.

Menurut Ketua PME IPH, Prof. Dr Ibnu Maryanto, Komisi A membahas mengenai program dan kegiatan, dengan Ketua Komisi Dr. Didik Widyatmoko. Sasaran akhir dari komisi A adalah menyusun rumusan mengenai penajaman dan evaluasi kegiatan penelitian IPH LIPI, menentukan kegiatan proiritas, dan perencanaan kegiatan penelitian berbasis bioresource di RPJMN berikutnya.

Komisi B membahas mengenai pengelolaan data, informasi dan networking. Komisi ini diketuai oleh Dr. Witjaksono. Sasaran akhir dari komisi B adalah terbentuknya system pangkalan data IPH LIPI yang representative (InaBif), website satker dan Kedeputian IPH yang informatif, Humas IPH LIPI yang siap mempromosikan hasil-hasil penelitian IPH LIPI, dan meningkatkan networking di level nasional maupun internasional.

Sedangkan komisi C membahas reformasi birokrasi dan pelaporan yang dipimpin oleh Dr. Bambang Sunarko. Komisi ini bertugas merumuskan kinerja IPH LIPI dalam penemuhan Reformasi Birokrasi dan menyusun perbaikan manajerial IPH LIPI.

Pleno hasil rumusan dari tiap komisi disampaikan pada Rakor IPH LIPI hari kedua. Rakor ditutup oleh Deputi IPH LIPI, Dr. Siti Nuramaliati Prijono. Dalam sambutannya, Deputi IPH LIPI menyampaikan ucapan terima kasih kepada para peserta yang telah berpartisipasi menyumbangkan hasil pemikirannya guna merumuskan hasil Rakor IPH LIPI tahun 2014. (Muntadliroh)


See all news

 

<< First | < Previous | 1 | 2 | 3 |4 | 5 | 6 | Next > | Last >> |

 

 

 

 

 

© 2011 Bali Botanic Garden. All rights reserved. Credits
One of the four gardens authorized by Indonesian Institute of Sciences (LIPI)